10 Wanita Cantik yang Jadi Pilot Pesawat Tempur di Dunia

Sebelum tahun 1990 an, wanita tidak diperbolehkan menjadi pesawat tempur di sebagian besar angkatan udara negara di dunia. Ini karena permasalahan mendasar wanita yang dipersoalkan yakni kemungkinan pilot wanita tersebut tak menyadari bahwa dirinya sedang hamil, hingga dianggap bisa membahayakan janin serta dirinya sendiri. Tapi kemampuan wanita dalam bertugas sebagai pilot pesawat tempur memang sudah tak lagi dapat dianggap remeh. Tak hanya tangguh di angkasa, tak sedikit dari mereka yang juga memiliki paras yang cantik seperti seorang model. Berikut 10 Pilot Pesawat Tempur Wanita Cantik.

10. Kapten Jammie Jamieson, Amerika Serikat


Kapten Jammie Jamieson lahir di Tacoma dan tinggal di Prosser dari tahun 1982 hingga ia lulus dari Akademi Angkatan Udara di tahun 1992. Selanjutnya ia sempat tampil menerbangkan pesawat F-22A saat digelar McChord Air Expo di tahun 2008. Kini ia ditempatkan di Markas Angatan Udara Elmendorf, Alaska sebagai komandan Skuadron Tempur 525. Menurut pengakuannya, minatnya untuk menjadi penerbang dimulai saat pertama kali terbang dengan pamannya menggunakan pesawat Cessna 172 di sekitar Washington.




9. Letnan Ayesha Farooq,Pakistan


Wanita kelahiran 24 Agustus 1987 ini berhasil mengukir sejarah dengan menjadi wanita pertama yang ditugaskan ke salah satu baris tempur di skuadron terdepan Pakistan. Ayesha Farooq berasal dari Bahawalpur, Pakistan, yang berhasil pertama terpilih lulus ujian akhir sebagai pilot pesawat tempur. Dia kini dipercayakan untuk menerbangkan jet tempur F7PG, sebuah pesawat MiG-21 versi Cina. Bagi Letnan Ayesha Farooq, keberhasilannya menjadi pilot pesawat tempur membuktikan bahwa wanita bisa sejajar dengan pria dalam pertempuran udara.


8. Letnan Ha Jeong-mi, Korea Selatan


Tanggal 22 November 2007 menjadi sejarah baru saat Letnan Ha Jeong-mi berhasil mendaratkan kembali pesawat jet tempur KF-16 yang diterbangkannya. Saat itu ia menjadi wanita pertama yang berhasil menjadi pilot pesawat tempur di Angkatan Udara Korea Selatan. Ha yang berpangkat Letnan ini bertugas di Angkatan Udara Korea Selatan sejak tahun 2002, dan ia telah dipercaya untuk menerbangkan pesawat A-37 hingga akhir tahun 2006, hingga akhirnya ia ditugaskan sebagai pilot pesawat tempur dan memasuki latihan untuk menerbangkan pesawat KF-16.Menurut pengakuannya, keinginan untuk menjadi pilot telah ada sejak dirinya masih duduk di bangku SMA. Itulah sebabnya ia begitu gembira saat berhasil masuk di Akademi Angkatan Udara Korea Selatan. Ia memilih untuk lebih mengejar cita-citanya "terbang di langit" daripada mengikuti rutinitas perkuliahan yang umumnya dilalui wanita seusianya.


7. Letnan Dua Line Bonde, Denmark


Line Bonde, seorang wanita yang yang berpangkat letnan dua ini berasal dari kota Jutland di Billund sebelah utara. Wanita ini pada awalnya dilatih dengan pesawat F-16B, sebuah pesawat versi latihan dari jet tempur F-16 yang juga telah dikenal dunia akan kehandalannya. Kemudian pada tahun 2005, setelah lulus dari program training gabungan Euro-NATO yang diadakan di Markas Angkatan Udara Sheppard di Texas, Amerika Serikat, Line Bonde akhirnya mencetak sejarah sebagai wanita yang berprofesi sebagai pilot pesawat tempur pertama yang berasal dari Denmark. Setelah kembali ke tempatnya bertugas di markas Angkatan Udara Skrydstrup di Jutland, ia pun langsung bergabung dengan skuadron pelatihan setempat hingga akhirnya dipindah ke sebuah skuadron operasional.


6. Letnan Juliette Fleming, Inggris


Kecintaan wanita cantik yang satu ini akan pesawat terbang didapat dari ayahnya. Meski kedua orang tuanya berpisah saat usianya masih 4 tahun, tetapi sesekali ayahnya yang merupakan instruktur penerbangan itu mengajak ia terbang. Pelajaran terbang pertama kalinya pun di dapat dari ayahnya sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-17. Saat RAF (Royal Air Force) mengadakan seleksi, hanya dua orang yang brhasil lulus, dan beruntung, salah satunya adalah Juliette. Hingga saat ini, telah banyak tugas penting yang ia selesaikan, di antaranya adalah saat berada di garis depan Irak pada tahun 2008 dan juga di Afganistan pada tahun 2009. Selama bertugas, Letnan Juliette Fleming yang bertugas sebagai pilot seringkali bertugas bersama dengan seorang rekannya yang bernama Nikki Thomas sebagai navigatornya.

5. Kapten Patricia Yapp Syau Yin, Malaysia



Di saat usianya masih muda, orang tuanya lebih berharap untuk ia menjadi seorang guru piano. Tapi Patricia saat itu menolak dan lebih berniat untuk menjadi seorang pilot sesuai impiannya. Saat ini, Kapten Patricia Yapp Syau Yin telah berhasil menjadi satu-satunya wanita yang berhasil menjadi pilot pesawat tempur Malaysia. Ia pun berharap dirinya bisa lebih menginspirasi kaum wanita untuk mengikuti jejaknya. Menurut pengakuan Kapten Patricia Yapp Syau Yin yang berasal dari Sandakan, Sabah, Malaysia ini, ia terinspirasi menjadi seorang pilot dari kakaknya yang bernama Ignatius, yang berhasil menjadi pilot komersil dari Malaysia Airlines saat dirinya masih berusia 16 tahun. Ia juga mengatakan bahwa pada awalnya ia mulai berlatih dengan pesawat kecil MD-3 dan kemudian berkembang ke pesawat yang lebih besar, seperti pesawat turboprop PC-7 dan Aermacchi MB339A. Tekad kuatnya membuat ia akhirnya dipercayakan sebagai pilot pesawat tempur MiG-29 dan kini ia tengah bersiap untuk terbang dengan pesawat Sukhoi-30MKM yang baru saja dibeli oleh pemerintah Malaysia. Di sisi lain, pemerintah Malaysia rupanya tengah mengkaji kemungkinan bagi Kapten Patricia Yapp Syau Yin untuk dapat menjadi astronot wanita pertama mewakili Malaysia.



4. Mayor Nicole Malachowski, Amerika Serikat


Sebagai anggota tim akrobatik pesawat tempur Thunderbirds, Nicole dipercaya untuk menerbangkan pesawat F-16 Fighting Falcon. Ia tampil saat digelar Chicago Air and Water Show di tahun 2007. Wanita yang juga merupakan perwira Angkatan Udara Amerika Serikat dengan pangkat Mayor ini sudah menjadi pilot pesawat tempur F-15E selama 8 tahun. Nama panggilannya adalah "FiFi". Nicole Malachowski mulai memasuki dinas Angkatan Udara di tahun 1996 segera setelah ia lulus dari Akademi Angkatan Udara Amerika Serikat. Mayor Nicole Malachowski tercatat pernah memberikan dukungan udara di wilayah Kosovo pada tahun 1998. Ia pun turut ambil bagian saat terjadinya konflik Bosnia/Serbia dan saat mengamankan Pemilu di Irak beberapa waktu silam. Selain menerbangkan pesawat F-16 Fighting Falcon, pesawat lainnya yang pernah ia terbangkan adalah T-37, T-38, AT-38, F-15E, F-16C/D.


3. Letnan Dua Katarzyna Tomiak, Polandia



Wanita asal Polandia yang bernama Katarzyna Tomiak ini dalam kesehariannya bertugas di markas militer Polandia yang berada di Malbork. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara Polandia di Deblin. Di mata rekan-rekan serta atasannya, Letnan Katarzyna merupakan sosok wanita yang sangat ambisius, disiplin, kolegial, rajin melaksanakan tugasnya; pada saat yang sama selalu mempertahankan sikap sempurna. Dalam sejarah militer Polandia, Letnan Katarzyna Tomiak tercatat sebagai wanita pertama yang dipercayakan untuk menerbangkan pesawat tempur jenis MiG-29 sejak tahun 2012 lalu.


2. Letnan Kateřina Hlavsová, Republik Ceko



Tak hanya sekedar cantik, ia pun merupakan wanita pertama yang menjadi pilot pesawat tempur di Republik Ceko. Jadi takkan heran jika dalam kesehariannya ia sudah akrab dengan pesawat tembur supersonik Gripen. Baginya, menjadi pilot pesawat tempur jenis F-16 merupakan sebuah keberuntungan lain dalam hidupnya. Memacu adrenalin saat melaksanakan tugas sudah menjadi hal biasa. Wanita cantik ini juga mengaku, ia tak terlalu suka berias seperti layaknya wanita pada umumnya. Kateřina lebih memilih berada di pedesaan atau melakukan wisata kuliner di waktu luangnya.


1. Mayor Mariam al-Mansouri, Uni Emirat Arab (UEA)



Mariam al-Mansuri, atau Mariam al-Mansouri, wanita yang lahir di Abu Dhabi pada tahun 1979 ini tercatat sebagai pilot pesawat tempur wanita pertama yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA). Dia juga merupakan wanita pertama yang berhasil masuk di akademi Angkatan Udara Uni Emirat Arab (UAEAF) setelah kaum wanita akhirnya diizinkan untuk bergabung, dan lulus di tahun 2007. Mariam merupakan satu dari delapan bersaudara. Keluarganya memiliki hubungan erat dengan Sultan bin Saeed Al Mansoori , seorang insinyur dan politisi yang berpengaruh di UAE. Pada bulan Juli 2014, dalam sebuah wawancara dengan CNN, Mariam menyatakan bahwa cita-citanya untuk menjadi seorang pilot telah ada sejak ia masih duduk di bangku SMA, tapi terpaksa harus menunggu hingga kaum wanita diizinkan untuk bergabung. Semasa penantian tersebut, ia berhasil meraih gelar sarjana sastra Inggris dari Universitas Uni Emirat Arab. Kini ia dipercaya menerbangkan sebuah F-16 Fighting Falcon dan ikut dalam misi UEA untuk melakukan serangan udara terhadap ISIS di Suriah.


Memang masih banyak lagi wanita-wanita cantik lainnya yang juga berprofesi sebagai pilot pesawat tempur Angkatan Udara gan, yang akan tercampur pada laki-laki, karena sekarang wanita juga bisa mengerjakan pekerjaan laki-laki,baik dari yang ringan maupun yang berat. Sehingga tidak heran apabila akan banyak wanita yang akan menjadi warna-warna baru untuk dunia gan

sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/57f4bc1dc0cb17af6b8b456a/10-pilot-pesawat-tempur-wanita-cantik

0 Response to "10 Wanita Cantik yang Jadi Pilot Pesawat Tempur di Dunia"

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *