Kebangkitan PKI di Era Jokowi

Beberapa waktu terakhir, di indonesia, beberapa penduduk mulai semakin berani menunjukan eksistensi dengan menggunakan lambang khas PKI yakni palu arit. Meski pada praktiknya, ada yang berusaha melakukan semacam kamuflase seperti menyamarkan desain palu arit sebagai sebuah kreatifitas desain. Termasuk misalnya, membuat lambang palu arit bersanding dengan desain lain yang ditampilkan ke dalam sebuauh kaos.

Entah apa muara dari semua kejadian ini. Semacam ada oknum dibalik layar yang sedang melakukan "test the water" pada negara indonesia. Seperti diketahui, indonesia sangat sangat anti PKI. terutama sekali pada masa orde baru. jangankan yang terang2an menggunakan lambang palu arit seperti baju dan pin, yang diduga saja terafiliasi dengan pki bisa lenyap tinggal nama.

Namun perlahan, setelah lengsernya orde baru, sikap anti PKI indonesia perlahan memudar. Terlbih puncaknya adalah pada pemerintahan jokowi-jk. bermula dari inisiatif pemerintah atas desakan komnas HAM, yang akan mengadakan rekonsialiasi - semacam ikrar damai - antara pemerintah dengan korban PKI, yang kemudian menuai pro dan kontra. Dalam rekonsiliasi ini diawacanakan pemerintah akan meminta maaf pada pada keluarga korban permbanntaian yang diduga anggota PKI pada masa lalu. 

 Kalangan pemerintah, rencana untuk meminta maaf kepada para korban kasus pelanggaran HAM 1965/66 masih ditanggapi berbeda. Dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tidak mengetahui mengenai rencana tersebut.

"Permintaan maaf itu, timbul dulu diperkirakan dalam pidato kenegaraan presiden (14 Agustus 2015). Tapi ternyata kan tidak ada, tidak tahu dasarnya apa, tapi yang jelas tidak ada itu permintaan maaf dari presiden, karena tidak jelas mau minta maaf oleh siapa atas salah apa kan," jelas Jusuf Kalla.
Dalam pernyataan kepada media, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan negara tak perlu meminta maaf kepada keluarga anggota dan simpatisan PKI.

Aksi mahasiswa menentang Partai Komunis Indonesia

Sementara ormas Islam NU menyatakan menolak rencana permintaan maaf dari pemerintah, seperti disampaikan Wakil Ketua Umum NU Slamet Effendi Yusuf yang berada di Arab Saudi dalam keterangan tertulis kepada BBC Indonesia akhir pekan lalu.

Daftar kasus kaos dan atribut PKI.

1. 11 Mei 2016



Aparat TNI dari Kodim 1501 Ternate, Maluku Utara mengamankan empat mahasiswa karena memiliki kaos bergambar palu arit yang identik dengan lambang PKI. Penangkapan ini berawal dari penyerahan kaos beratribut serupa oleh seorang warga. Empat oknum mahasiswa masing-masing berinisial AF (20), SS (24), MYA (22), dan MRD (20).

2. 11 mei 2016



Dua aktivis dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara, Adlun Fiqri dan Supriyadi Sawai diamankan aparat kepolisian karena mengenakan kaos dengan akronim PKI. Padahal PKI yang dimaksud dalam kaos tersebut adalah Pecinta Kopi Indonesia.

3. 10 mei 2016



Polisi sempat mengamankan pedagang yang menjual kaus bergambar mirip palu arit di Blok M, Jakarta Selatan. Namun mereka dipulangkan setelah tak ada unsur makar dari penjualan kaus itu.

4. 19 April 2016



ebuah video yang menghebohkan beredar di Facebook. Tampak dalam video yang diupload Judiwo Lee itu seorang pemuda yang sedang mengendarai motor tiba-tiba dihentikan dua orang berpakaian safari hitam dengan badan besar. Ternyata dua orang itu marah besar lantaran sang pemuda mengenakan pin mirim logo PKI.

5. 11 Mei 2016



Ada Isu Pembagian Ribuan Atribut PKI, Polisi Perketat Akses Masuk Kota Semarang. Kota Semarang menjadi satu diantara 14 kota di pulau Jawa yang menjadi lokasi penyebaran kaos, pin serta atribut Partai Komunis Indonesia (PKI).
Hal itu dibenarkan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, Rabu (11/5/2016).
Untuk mengantisipasi itu, selain memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan di lapangan, Burhanudin mengatakan pihaknya juga memperketat jalur masuk di Kota Semarang.

bersambung...

0 Response to "Kebangkitan PKI di Era Jokowi"

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *