10 Kisah Legenda Natal dari Seluruh Dunia

Unik6 - Besok tanggal 25 desember 2014 Umat kristiani di seluruh dunia akan merayakan natal, termasuk di indonesia. Tahukah anda, Natal merupakan liburan yang paling terkenal di dunia, sebab memang, mayoritas agama masyarakat dunia adalah kristen, yang kemudian diikuti Islam sebagai agama terbesar di dunia. Sedikit yang tahu bahwa Natal modern yang kita rayakan saat ini adalah produk dari ratusan tahun lalu, baik itu dari tradisi sekuler atau keagamaan di seantero dunia. Dikutip dari laman History, berikut ini adalah tradisi Natal di seluruh dunia.(ragam hadiah natal unik)

Swedia: 'God Jul!'

Orang-orang di negara Skandinavia menghormati Santa Lucia, dikenal juga sebagai Santa Lucy, yang diperingati setiap tahun pada 13 Desember. Perayaan St. Lucia Day bermula di Swedia kemudian menyebar ke Denmark dan Finlandia pada abad pertengahan ke-19.

Di negara-negara tersebut, liburan dianggap sebagai awal musim Natal, yang kadang disebut sebagai 'little Yule'. Menurut tradisi, putri tertua setiap keluarga akan bangun paling awal di pagi hari. Tugasnya membangunkan seluruh anggota keluarga. Sambil mengenakan gaun putih panjang dengan sabuk merah dia memakai mahkota ranting dengan sembilan lilin menyala.

Pada hari itu, dia akan disebut sebagai 'Lussi' atau 'Lussibruden' (pengantin Lucy). Seluruh keluarga berkumpul menyantap sarapan di ruangan yang diterangi lilin.

Di perayaan St.Lucia Day ini orang-orang menerangi rumah mereka. Malam harinya, laki-laki, perempuan, dan anak-anak berparade sambil membawa obor. Malam akan berakhir ketika semua orang melempar obor mereka ke atas jerami, menciptakan jilatan api unggun besar.

Di Finlandia saat ini, seorang gadis akan dipilih pada perayaan St. Lucia Day. Dia mendapat kehormatan berparade dengan dikelilingi para pembawa obor.

santa
Cahaya, itu lah tema utama perayaan St. Lucia Day. Nama tersebut diambil dari kata latin Lux, berarti cahaya. Hari raya ini dirayakan dekat hari terakhir tahun, ketika cahaya matahari bersinar kuat.

Luciam gadis itu tinggal di Syracuse pada abad keempat. Saat itu, penganiayaan terhadap orang-orang Kristen adalah hal biasa. Sayang, sebagian kisah telah raib selama bertahn-tahun. Sebuah legenda bercerita, Lucia kehilangan matanya saat dia disiksa oleh Diocletian karena keyakinan Kristen yang dia peluk.

Finlandia: '! Hyvää Joulua'

Orang-orang Finlandia datang ke tempat-tempat sauna di malam Natal. Para keluarga berkumpul sambil mendengarkan siaran nasional radio, sebuah program bertajuk Peace of Christmas atau perdamaian Natal. Adat lain di Finlandia saat Natal adalah mengunjungi kuburan anggota keluarga mereka yang telah wafat.

Norwegia: "Gledelig Juli! '

Norwegia adalah tempat kelahiran tradisi Yule log (kayu besar yang dibakar di perapian). Orang-orang bangsa Norse (orang-orang Skandinavia) kuno menggunakan tradisi Yule log untuk merayakan kembalinya matahari pada musim dingin. 'Yule' berasal dari kata Norse, 'hweol', yang berarti roda.

Bangsa Norse percaya, matahari adalah roda api raksasa yang meluncur kemudian menjauh dari bumi. Penasaran bagaimana tradisi perapian di keluarga muncul saat Natal? Tradisi itu berasal dari berasal dari perayaan Yule log bangsa Norse. Itu juga yang menjadi alasan mengapa kue keju dan makanan penutup berbentuk seperti gelondongan kayu di musim Natal.

Jerman: '! Froehliche Weihnachten'
Dekorasi pohon cemara jadi bagian tradisi kembalinya matahari di musim dingin di Jerman. Pohon Natal pertama, yang secara eksplisit dihiasi dan diberi nama, mulai ada setelah liburan orang-orang Kristen di Strasbourg, Alsace, pada awal abad ke-17.

Setelah 1750, pohon Natal muncul kembali di wilayah lain Jerman, bahkan lebih banyak setelah 1771. Ketika itu, Johann Wolfgang von Goethe mengunjungi Strasbourg, dia secara jelas menyebut pohon Natal dalam novelnya The Suffering of Young Werther.

Pada 1820, para imigran pertama Jerman menghiasi pohon Natal di Pennsylvania. Setelah Pangeran Albert dari Jerman menikahi Ratu Victoria, dia mulai mengenalkan tradisi pohon Natal ke Inggris.

Pada 1848, surat kabar Amerika pertama memunculkan gambar pohon Natal. Dan dalam beberapa tahun saja, tradisi pohon Natal lalu menyebar ke setiap rumah.

Meksiko: "Feliz Navidad! '

Pada 1828, duta besar Amerika untuk Meksiko, Joel R. Poinsett, membawa tanaman merah-hijau dari Meksiko ke Amerika. Warnanya tampak sempurna untuk liburan. Pohon poinsettias yang dinamai dari Ponsett itu mulai tampak di rumah kaca sejak 1830.

Pada 1970, toko-toko di New York mulai menjual tanaman itu di hari Natal. Kemudian, baru pada 1900 poinsettias menjadi simbol universal di musim liburan Natal.

Inggris: '! Merry Christmas'

Seorang lelaki Inggris bernama John Calcott Horsley membantu popularitas pengiriman kartu ucapan Natal. Dimulai ketika dia memproduksi kartu kecil dengan adegan meriah dan ucapan selamat berlibur di akhir 1830-an.

Di saat yang hampir bersamaan, kartu yang sama dibuat juga oleh R.H. Pease, pembuat kartu asal Amerika, di Albany, New York, dan Louis Prang, orang Jerman yang berimigrasi ke Amerika pada 1850.

Bangsa Celtic dan Teutonik sudah sejak lama menganggap mistletoe mempunyai kekuatan sihir. Dikatakan, benda itu memiliki kemampuan menyembuhkan luka dan meningkatkan kesuburan.

Orang-orang Celtic menggantung mistletoe di rumah mereka agar membawa keberuntungan serta menangkal roh jahat. Di era Victora, saat liburan orang-orang Inggris akan menggantung mistletoe di langit-langit rumah dan pintu.

Jika seseorang terlihat sedang berdiri di bawah mistletoe, dia akan dicium oleh orang lain di dalam ruangan. Kebiasan itu biasanya dilakukan oleh masyarakat Victorian.

Selama liburan di era Victoria, Inggris akan menggantung tangkai mistletoe dari langit-langit dan di pintu. Jika seseorang ditemukan berdiri di bawah mistletoe, mereka akan dicium oleh orang lain di dalam ruangan, perilaku biasanya tidak ditunjukkan oleh masyarakat Victoria.

Prancis: 'Joyeux Noël!'

Di Perancis, Natal disebut sebagai Noel. Ucapan itu berasal dari frase bahasa Perancis les bonnes nouvelles yang artinya 'kabar baik' mengacul pada kitab suci Injil. Di selatan Perancis, beberapa membakar kayu di rumah mereka dari Natal sampai Tahun Baru.

Itu berasal dari tradisi kuno di mana petani memakai kayu gelondongan, mereka memastikan keberuntungan untuk panen di tahun depan. .

Italia: "Buon Natale! '

Orang Italia menyebut Natal dengan Il Natale, artinya 'ulang tahun'.

Ukraina: "Srozhdestvom Kristovym! '

Ukraina menyiapkan dua belas makanan tradisional. Anak bungsu di keluarga bertugas menatap ke luar jendela, menyaksikan bintang malam muncul. Sinyal bahwa pesta bisa dimulai.

Yunani: 'Kala Christouyenna!'

Di Yunani orang-orang percaya pada kallikantzeri, makhluk yang menyebabkan kerusakan selama 12 hari musim Natal. Kado biasanya ditukar pada 1 Januari di perayaan ST. Basil's Day
(win/utw/cnnindonesia)

0 Response to "10 Kisah Legenda Natal dari Seluruh Dunia"

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *