Fenomena Menikah Muda (Alvin Faiz dan larissa chou) dan Tantangan yang Harus dihadapi pasangan Muda

Manusia diciptakan berpasang-pasangan, begitu besar misteri sang pencipta yang menciptakan manusia dan segala perasaan. Cinta adalah salah satu fitrah manusia yang mendorong manusia mencari pasangan hidup dan kemudian berkembang biak dan melanjutkan peradaban. Begitulah cara sang pencipta untuk terus menjaga kelangsungan hidup manusia dimuka bumi.

Ataupun secara teori evolusi alias ilmu pengetahuan, adanya dorongan seksual baik dari laki laki dan perempuan yang kemudian mencari pasangan dan kemudian crot dan berkembang biak. Anda juga pasti memiliki rasa yang demikian jika sudah berumur 'matang'? dalam artian sudah punya sperma dan bagi wanita sudah haid (memiliki ovum).

kalau secara ilmiah, pada umur 13 tahun wanita sudah siap untuk dibuahi dan hamil dan sudah memiliki dorongan hasrat seksual, kalau untuk laki laku mungkin umur 14 tahun.

Nah, lalu bagaimana kalau anda sudah mau crot tapi umur masih muda. di bawah ini ada salah satu teladan yang bisa jadi contoh, yakni alvin faiz putra kH arifin ilham, yang menikah dengan anak anak seusianya, Larrisa chou, seorang keturunan tionghoa yang menjadi mualaf.

mereka menikah pada umur yang relatif muda, 17 tahun. Memang pada umur segini lagi ganas-ganasnya bercinta. Crot 5 kali seharipun sperma gak akan habis. Namun disisi lain, menikah tidak hanya soal crot dan seksual. Ada beberapa faktor krusial yang menjadi pendukung kokohnya alias harmonisnya pernikahan hingga usia tua.




Terlebih kan nikah keputusan yang membutuhkan keberanian, mungkin sebagian kita pun berharap takdir yang sama seperti si anak Ustadz, menikah secepatnya di usia muda. Kelihatannya gampang saja bukan? Namun lagi-lagi menikah tak semudah kelihatannya. Menikah bukan sekedar ingin halal saja. Tapi jauh dari itu, menikah adalah pilihan. Dan selalu ada konsekuensi yang harus dijalankan. Maka ane pun mungkin sedikit belajar dari pasangan muda yang sedang hangat diperbincangkan ini, pastikan anda mengerti berbagai konsekuensi ini sebelum memutuskan menikah muda.

1. Mau Menerima Masa Lalu Pasangan




Setiap orang pasti memiliki masa lalu dan pengalaman hidup masing-masing. Sebagai orang dewasa anda harus dengan lapang dada bisa menerima masa lalu pasangan. Karena pasangan anda bisa menjadi seperti saat ini juga karena pelajaran yang didapat dari masa lalu. Jadi, jika anda masih saja suka cemburu maupun mengungkit masa lalu pasangan, pikir dulu lagi deh sebelum menikah.

2. Berbagi Tugas




Yang namanya suami istri, nantinya anda akan tinggal bersama. Ada yang bilang bahwa menikah itu enak karena bisa melakukan segala sesuatu bersama, saling membantu dan berbagi. Nah, tapi pertanyaannya sudahkah anda siap? Istri mengurus suami dan rumah, sedangkan sang suami harus menafkahi istrinya. Siapkah anda untuk berbagi tugas yang sesungguhnya?

3. Menerima Keluarga Pasangan




Menikah bukan hanya perkara memiliki pasangan yang sah, tapi juga menerima keluarganya. Latar belakang keluarga tentu akan sangat berpengaruh dengan hubungan anda dengan pasangan.

4. Waktu yang Harus Dibagi




Setelah menikah, anda sudah gak bisa seenaknya sendiri menghabiskan waktu anda seharian. Pulang kantor yang biasanya anda habiskan buat nongkrong bareng teman-teman pun akan berganti dengan langsung pulang ke rumah untuk ketemu sama istri atau suami.

5. Menerima Kebiasaan Buruk Pasangan




Saat pacaran mungkin anda akan sedikit tau kebiasaan buruk pasangan. Namun setelah menikah, hal ini pastinya akan semakin terbuka lagi. Misalnya saja kebiasaan pasangan anda yang gak mau beresin tempat tidur, atau kebiasaan buruknya yang lain. Saat sudah satu atap, diharapkan anda bisa berlapang dada dan menyesuaikan jika pasangan anda ternyata punya kebiasaan buruk.

6. Berkurangnya Momen Bareng Sahabat dan Orangtua





Setelah menikah memang fokus hidup anda secara tidak langsung hanya kepada pasangan saja. Bagaimana keluarga kecil anda ini akan bertahan dari badai kehidupan dan sebagainya. Sehingga momen bersama sahabat maupun orangtua semakin lama akan semakin berkurang. Apalagi jika anda sudah tinggal terpisah dengan orangtua, bahkan mengunjungi mereka akan tidak semudah yang kamu bayangkan sebelumnya.

7. Kebutuhan yang Semakin Banyak




Ketika masih single, anda selalu menghabiskan sendiri uang gaji anda. Jangan berpikir anda masih bisa melakukannya setelah menikah. anda harus pandai-pandai mengatur keuangan keluarga agar tidak kelabakan setiap harinya. anda pun akan memiliki prioritas untuk apa dana tersebut diarahkan sebelumnya.

8. Masalah Diluar Ekspektasi




anda harus siap menghadapi keadaan mendadak atau tak terduga yang akan muncul dalam keluarga anda. Ibarat kapal, anda dan pasangan anda akan mengalami guncangan atau hantaman ombak.


YANG HARUS DIPERHATIKAN SETELAH KITA MENIKAH


1. Kontrol Emosi




Mengarungi lautan rumah tangga memang membutuhkan bahtera yang kuat juga, butuh penampang sabar yang lebih lebar. Dua insan yang berbeda dan baru saja disatukan dalam cinta memang tak lepas dari ujian pembuka. anda yang memilih untuk menikah muda sudah tahu konsekuensinya. Emosi yang labil tak bisa anda abaikan begitu saja. Wajar memang, karena anda baru akan menginjak dewasa. Bagaimana menyikapinya adalah hal yang terpenting untuk saat ini.

2. Tantangan Berat yang Harus Dihadapi




Khususnya bagi pasangan muda, akan ada tantangan berat. Layaknya kehidupan setiap insan, akan ada masa dimana anda harus melalui ujian. Jika anda berhasil melalui ini maka level kehidupan rumah tangga anda juga akan meningkat setelahnya. Kuat-kuatkan hati anda dan pasangan anda. Ujian juga tak selamanya mudah. Karena dalam doa yang dipanjatkan, kita meminta untuk ditunjukkan jalan yang lurus, bukan jalan yang mulus.

3. Saling Diskusi




Menikah mengharuskanmu menghilangkan ke-aku-an yang selama ini bersarang di diri. Harus ada kemauan untuk saling kompromi, sudah tak ada lagi aku dan kamu. Sejak besanding di pelaminan, yang ada hanya kita. Bukan lagi aku butuh atau kamu butuh tapi apa yang kita butuhkan. Belajar dari hal-hal kecil yang mengingkatkan bahwa anda tak lagi sendiri. Ada seseorang yang menjadi tanggung jawab anda dunia akhirat. Jika anda berada dalam sebuah masalah, jalan keluarnya bukan lagi demi kebaikanku atau kebaikanmu. Tapi ini demi kebaikan kita.

4. Harus Siap Menjadi Orangtua




Jika sudah rezekinya, anda dan pasangan harus siap jadi orangtua. Ada tanggung jawab yang harus kalian pikul selamanya. Iya, setelah Tuhan memercayakan kalian sang buah hati, tentu dia adalah prioritas kalian yang pertama. Kebutuhan anak di atas kepentingan anda dan pasangan. anda harus mulai merencanakan masa depan anak-anak anda sejak lahir ke dunia. Jika biasanya aanda bebas kemana-kemana, kini sudah ada tanggungan yang tak bisa anda tinggalkan begitu saja.

5. Menikah BUKAN Solusi Penyelesaian Masalah




Jika bagimu menikah adalah sumber penyelesaian masalah, nanti justru anda yang tak akan bisa siap menghadapi tantangan yang menghadang. "Aku udah capek dengan hidupku yang selalu dilanda kesusahan! Aku capek dengan semua kesulitan ini! Aku mau nikah aja!" Barangkali jika pernah terbersit dalam angan anda tentang hal itu, segera buang niat itu jauh-jauh. Menikah bukanlah sebuah penyelesaian masalah. Masalah anda tidak akan selesai begitu saja dengan pernikahan. Segala masalah hidup anda gak akan pernah terselesaikan dengan ijab kabul tanpa anda sendiri yang menyudahinya.

Lagi-lagi yang perlu anda tanamkan, bahwa pernikahan tak sekedar penyatuan dua insan dalam ikatan halal. Rumah tangga adalah level kehidupan selanjutnya. Bagaimana anda akan menghadapi kehidupan rumah tangga jika kehidupan anda sebelumnya gak bisa anda terima?


SEBENERNYA DIBALIK "Aku udah capek dengan hidupku yang selalu dilanda kesusahan! Aku capek dengan semua kesulitan ini! Aku mau nikah aja!" (biasanya cewek nih yang suka begini)


Efek Penat




Manusia sebagai makhluk yang berusaha buat bekerja keras buat memenuhi kebutuhan, ada saatnya kita akan dibuat capek dan penat. Dihujani deadline yang nggak henti-henti dan dapet omelan sana-sini bikin kita ada di titik puncak lelah. "rasanya pingin nikah aja sekarang"

Sebenernya, gerutuan itu nggak sepenuhnya jujur kok. Sebenarnya, yang ngomong begitu cuma pingin istirahat aja di tempat yang nyaman. Tak perlu ke tempat anti mainstream, berdiam diri di rumah dan bermeditasi seorang diri adalah sebuah kenikmatan sangat mewah. Saat penat dengan kerjaan yang tak kunjung selesai, ingin rasanya melarikan diri sejenak. Tak perlu jauh-jauh, cukup menjemput sunyi di rumah, karena rumah adalah tempat terdekat untuk menemukan ketenangan jiwa

Sesederhana itu, anda berharap pikiran akan segar kembali. Setelahnya, barulah akan mencoba mengerjakan kewajiban kembali. Menyelesaikan kerjaan sembari gegoleran di kasur saja terasa sangat sangat menggiurkan. Suasana yang nyamanbikin tanggungan selesai lebih cepat kan? Siapa tauuuu.

Tuntutan Fresh Graduate



Predikat fresh graduate membuat anda gak bisa memilih pekerjaan seenaknya. Mimpi anda mungkin sederhana, punya pekerjaan yang bukan hanya menghidupi, tapi membuat anda hidup sepenuh hati. anda ingin pekerjaan yang membuat kami tersenyum setiap hari. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa fresh graduate sudah waktunya mengesampingkan idealismenya, dan berdamai dengan realita yang ada. “Kalau anda pemilih ya susah dapat kerjaan, jangan nyusahin orang tua lama-lama,” bukankah begitu kata mereka? Siapa pula yang tak mau mandiri dan membiayai hidupnya sendiri? anda yang penat pun begitu.

Tapi pekerjaan seharusnya bukan hanya sebatas rutinitas yang harus anda kerjakan dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore untuk kemudian mendapat bayaran kan? Lebih dari itu, anda pun ingin merasakan hidup dan semangat karena pekerjaan.

Rindu Bermanja



Contohya cewek nih, cewek mana nih yang gak suka dimanjakan? Sekali saja dalam seminggu, itu benar-benar hal ingin gak diganggu. Hanya untuk pergi ke salon dan memiliki rambut baru, misalnya~

Mungkin perempuan dan salon, dua hal yang nampaknya sudah begitu identik, ibarat dua orang sahabat yang sulit dipisahkan. Setelah melaksanakan rutinitas dari Senin sampai Jumat, bukanlah hal yang aneh kalau cewek rindu untuk dimanjakan. Kemana lagi kalau bukan ke salon.

Butuh waktu satu hari untuk benar-benar merawat diri, dan gak berharap kepada siapapun untuk dihubungi. Entah hanya sekadar mencuci rambut, memotong kuku, atau hal yang seringkali dipandang remeh temeh lainnya. Tapi percayalah, bagi wabita kesempatan seperti ini begitu istimewa.


Kurang Piknik




Tak melulu traveling di Indonesia, mungkin anda butuh berkunjung ke negeri Sakura. Berkenalan dengan orang lokal, dan mencari tahu resep agar angka harapan hidup menjadi tinggi mungkin soalnya siapa sih yang gak tau mengenai usia harapan hidup orang-orang Jepang yang katanya mampu mencapai usia 84 tahun. Masih lebih 4 tahun dari harapan hidup orang-orang Amerika Serikat. Sedangkan Indonesia, hanya 71 tahun. Gak berlebihan kan rasanya jika ingin mencari tahu resep umur panjang dari orang lokal sembari menikmati sakura yang bermekaran di taman? Tapi gak murah juga sih untuk ke negara asal Doraemon itu.

Akibat Terlalu Sering Patah Hati




Berkali-kali bertemu orang yang salah dan merasakan patah hati, tak jarang anda terutama cewek melukis bayangan pangeran berkuda putih nan tampan yang datang menawarkan pernikahan. Mungkin karena sejak kecil kita sudah sangat menyukai beragam dongeng, hingga kini pun kita masih sedikit mengingat bagaimana kisah dari dongeng-dongeng yang sering berakhir bahagia itu. Tentang kisah Cinderella yang bertemu pangeran tampan misalnya. Berkali-kali menjalin kasih dengan lelaki/wanita, bisa membuat jadi lelah karena terus disakiti.

Hingga terciptalah khayalan gak adakah sosok pangeran dari negeri dongeng yang akan datang menghampiri wanita? Membawa cincin dan menawarkan pernikahan. Ah, apalagi sekarang, di usia ini, sudah banyak teman-teamn yang bersanding di pelaminan bersama pangeran masing-masing. Lalu, kapan giliran itu tiba?


Kurang Banyak Sahabat




Terakhir, mungkin anda ingin mendapat sahabat yang benar-benar sehati, sejati, dan mengerti. Selalu ada dan siap untuk diajak pergi. Kata orang, semakin umur bertambah, maka teman pun akan semakin berkurang. Ya, kesibukan dan jarak biasanya yang menjadi penghalang.

Tapi, jujur saja, itu hal yang paling tidak anda inginkan. Kalau begitu, apa bedanya teman dan pacar, kalau pada akhirnya sama-sama pergi. mungkin kita ingin dia yang mengerti, tak pernah menghakimi, selalu ada, dan ketika diajak liburan tiba-tiba pun bersedia.

Sebenarnya, di balik keluh kesah Pingin nikah aja , ada hal-hal yang pingin banget dilakuin. Biar pikiran kembali tenang aja sih. Hehehehe. Siapa tahu pasangan anda nggak peka, jadi taukan arti tersiratnya apa.

Editor: mahmud
source: http://www.kaskus.co.id/thread/57ab4a8fdcd770b7178b4569/nikah-muda-kenapa-engga/?ref=homelanding&med=hot_thread

0 Response to "Fenomena Menikah Muda (Alvin Faiz dan larissa chou) dan Tantangan yang Harus dihadapi pasangan Muda"

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *