F1 2016 di Global dan Inews TV Cuma Bisa ditonton Lewat Antena UHF

Omong besar global tv dan Inews yang katanya menayangkan balap f1 musim 2016 setahun penuh ternyata cuma bualan. Begitu saya buka tv, dua stasiun tv kepunyaan Hary tanoesoedibjo ternyata gelap gulita. Dari info tweet resmi global tv, ternyata tayangan F1 ini hanya bisa ditonton melali antena UHF.

Gak ngerti sih saya apa itu antena UHF dan sebagainya, tapi tv saya ini tv biasa mengngunakan antena digital dengan decoder kvision ternyata chanel global tv gelap alias blank. Begitupun dengan Inews. wahaha.

So bagi anda yang menggunakan antena digital, kalau mau nonton f1 terpaksa harus bongkar itu antena digital ganti antena UHF yang modelnya kayak jeruji penjara itu. Dan harus puas dengan kualitas gambar banyak semutnya.

Dan kebijakan global tv ini sungguh sangat disayangkan, karena sinyal UHF ini kan sangat terbatas dan hanya bisa sampai ke daerah yang dekat dengan tower globaltv. Nasib masyarakat indonesia yang berada di daerah yang tidak terjangkau sinyak UHF global tv ya terpaksa gigit jari. Atau pilihan lain ya terpaksa pakai tv kabel.

Semoga global tv bisa mereview kembali kebijakanya tersebut. Pikirkan juga pak hary tanoe jadi bisa lebih bisa memperkenalkan perindo kalau global dan inews tidak diacak.

3 Responses to "F1 2016 di Global dan Inews TV Cuma Bisa ditonton Lewat Antena UHF"

  1. Global TV dan iNewsTV hanya berhak menyiarkan melalui jaringan terestrial saja, bukan lewat satelit atau kabel. jika melalui satelit maka spill-overnya terlalu banyak karena satelit yang digunakan oleh Global TV dan iNewsTV bisa menjangkau sebagian besar asia tenggara sampai ke australia. jika ini terjadi maka yang dirugikan adalah operator televisi di negara lain spt malaysia, india, jepang, tiongkok dan australia karena di negara itu siaran F1 tidak disiarkan oleh televisi gratis spt halnya Global TV dan iNewsTV. saya pikir keputusan mengacak siaran Global TV dan iNewsTV itu bukan kemauan Global TV dan iNewsTV sendiri melainkan aturan dari FIA..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oo begitu... thnks penjelasanya bro... jadi paham

      Hapus

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *