Begini Ciri-ciri Anak Kurang Gizi

Anak anak terlebih balita sangat memerlukan nutrisi dan gizi yang cukup seimbang untuk tumbuh kembang fisik dan mental. Karena ada masa inilah, pertumbuhan si anak sedang dalam masa pesat. Nutirisi dan gizi yang diberikan pada anak tidak perlu dalam jumlah banyak dan berlebihan. Namun ia harus seimbang.

Dari sudut pandang kesehatan, kekurangan nutrisi merupakan masalah penting, karena dapat mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan secara keseluruhan, termasuk gangguan perkembangan otak. Beberapa sisi yang dapat diamati langsung, yakni:

1. Anak merasa kurang bersemangat, lemas, dan tidak bertenaga. Ini menyebabkan proses belajar si prasekolah terganggu dan terbatas. Anak tidak akan dapat menanggapi stimulasi dari lingkungan luar dengan baik.

2. Daya tahan tubuh menurun terus-menerus sehingga menyebabkan si prasekolah mudah terjangkit berbagai penyakit serta mengganggu perkembangan kemampuan motorik dan proses belajar dari lingkungan luar.

3. Gangguan pertumbuhan dan fungsi tubuh, misalnya: anak menjadi kurang darah, tidak bisa tumbuh tinggi, sehingga mengganggu proses belajarnya.

Efek yang tidak dapat diamati langsung adalah gangguan struktur dan biokimia otak karena kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk perkembangannya. Hasil sebuah penelitian awal menunjukkan, volume total struktur otak akan mencapai puncaknya pada usia 14,5 tahun untuk anak lelaki dan 11,5 tahun pada anak perempuan.

Sebesar 95% dari total volume otak akan tercapai pada usia 6 tahun. Meskipun hubungan antara volume otak dengan fungsi kognitif belum dapat dipastikan, tetapi diperkirakan ukuran otak yang lebih besar dapat memiliki kapasitas yang lebih besar untuk perkembangan sel-sel saraf.

begitulah sedikit ulasan ciri-ciri atau tanda seorang anak atau bayi yang kurang nutrisi/gizi. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Begini Ciri-ciri Anak Kurang Gizi"

Poskan Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *